Okupansi Ruang Kantor Jakarta Hanya 82%, Coworking Space Mendominasi

ruang kantor, perkantoran, kantor, coworking space
Ilustrasi ruang kantor bersama (coworking space) – http://ipapa.co.id

Tingkat serapan atau okupansi ruang perkantoran di Jakarta hingga akhir tahun 2018 sepertinya masih terbatas. Tak kurang dari 1,7 juta meter persegi ruang kantor saat ini masih belum laku disewa dari total keseluruhan pasokan ruang kantor yang seluas 9,69 juta meter persegi. Itu berarti daya serap perkantoran di Jakarta hanya 82%.

Sebagian besar dari ruang kosong tersebut, sekitar 70% di antaranya, atau setara 1,19 juta meter persegi berada di Central Business District (CBD). CBD menguasai lokasi perkantoran Jakarta, yang mana 67%, atau sekitar 6,5 juta meter persegi ruang kantor ada di kawasan CBD.

Baca Juga : Coworking Space Jadi Penyelamat Bisnis Sewa Ruang Kantor

Colliers International Indonesia kembali mengeluarkan review pasar property berkalanya. Disebutkan penyewa ruang kantor belakangan ini dikuasai oleh operator coworking space, perusahaan rintisan (start-up), dan perusahaan financial and technology (fintech). Mereka tercatat sebagai penyewa yang paling aktif selama setahun terakhir, demikian antara lain disampaikan Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers kepada media (9/01/2019).

Ditambahkan bahwa tingkat hunian sepanjang tahun 2018 di kawasan CBD, secara umum menurun 0,8%, menjadi 81,9%. Tetapi, angka hunian di kawasan non CBD justru naik 0,8% dari tahun sebelumnya, menjadi 84,9%.

Bagaimana dengan perkiraan tahun 2019 ini? Ferry Salanto mengatakan, tambahan pasokan ruang kantor secara total di tahun 2019 hingga tahun 2021 diprediksi mencapai 1,4 juta meter persegi. Sebanyak 64% berada di CBD. Dijelaskan lagi, diprediksi 15 gedung perkantoran akan dibuka pada tahun 2019, dengan tambahan 662.163 meter persegi dan 54% ada di CBD.

Dari sisi penyewa, sekolah atau perguruan tinggi dari luar negeri sepertinya memiliki kesempatan menjadi penyewa baru, begitu prediksi dari Colliers International Indonesia.

Analis Vibiznews melihat gambaran data ini menunjukkan bahwa bagaimanapun situasi politik dan ekonomi dewasa ini turut mempengaruhi keputusan perusahaan dalam pemakaian perkantoran. Diproyeksikan saat ini, banyak perusahaan masih menahan diri untuk menyewa ruang perkantoran baru, baik di kawasan pusat bisnis (CBD) ataupun diluar kawasan tersebut (non-CBD). Akibatnya tingkat okupansi perkantoran pun menunjukkan kondisi yang kurang baik.

Baca Juga : Perusahaan Asing Berebut Untung dari Bisnis Coworking Space

Banyak pelaku bisnis mengambil sikap wait and see menjelang pilpres ini. Perkecualiannya terutama pada bisnis yang sedang tren atau menjamur dewasa ini, seperti fintech dan coworking space itu.

Kemudian, kampus-kampus luar negeri yang bisa menjadi penyewa potensial baru sejalan dengan sudah dibukanya akses bagi perguruan tinggi terkemuka dunia untuk membuka kelas di sini.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Vibiznew.com dengan judul "Okupansi Ruang Perkantoran Jakarta Hanya 82%, Co-Working Space Mendominasi".
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.