Desain Kantor Dua Lantai Luas 220 Meter Sekaligus Rumah Tinggal

Ngantor di rumah sudah menjadi fenomena tersendiri dalam kehidupan masyarakat modern.

Ingin punya banyak waktu untuk keluarga adalah alasan sekaligus realita yang dihadapi oleh banyak orang di era modern.

Ditambah dengan perkembangan digital yang memudahkan segala sesuatu bisa di kerjakan, yang dibatasi jarak dan waktu.

Baca Juga : 7 Alasan Kenapa Betah Kerja di Coworking Space

Dua hal inilah yang menjadi memicu munculnya konsep baru perkantoran yang dianggap sesuai dengan tuntutan kaum milenial, yakni Work Office Home Office (WOHO).

Oleh sang arsitek, Harun Wisaksono dari Parametr Rupacita, kebutuhan tersebut direalisasikan dengan desain yang terbilang unik.

Diberi nama Theater House, rumah seluas 115 meter persegi ini didesain layaknya sebuah teater, lengkap dengan area duduk tribun layaknya gedung pertunjukan.

Menurut sak arsitek, konsep tersebut dipilih agar suasana bekerja terasa lebih dinamis dan juga jauh dari kesan kaku, khas suasana kerja di ruang kerja bersama (coworking space) masa kini.

Tetapi, agar fungsi hunian dan area kantor dapat terbagi dengan jelas, arsitek membagi keduanya dengan perbedaan lantai.

Lantai satu dan lantai dua difungsikan sebagai coworking space. Sementara, lantai tiga digunakan sebagai area pribadi dari pemilik rumah.

Setidaknya, ada lima space yang bisa ditemukan pada area coworking space.

Di lantai dasar, ada ruang keluarga, meja makan, pantry, ruang rapat, dan area teater. Sementara, di lantai dua khusus digunakan sebagai kantor berkapasitas 14 orang.

Didesain secara terbuka, area teater seakan menjadi pusat dari seluruh area coworking space.

Tanpa adanya pembatas, seluruh pekerja dapat saling berinteraksi satu sama lain dari sudut mana pun.

Selain sebagai pusat ruangan, teater yang berfungsi juga sebagai tangga ini menjadi penghubung antara lantai satu dan lantai dua.

“Area ini biasanya digunakan sebagai tempat workshop. Audiensnya bisa duduk disini.

Dua hal inilah yang menjadi memicu munculnya konsep baru perkantoran yang dianggap sesuai dengan tuntutan kaum milenial, yakni Work Office Home Office (WOHO).

Tetapi, area teater bisa juga dijadikan sebagai tempat bekerja jika para pekerja bosan bekerja di lantai dua. Jadi, fleksibel mau bekerja di mana saja,” ucap si arsitek.

Karena luas hunian yang terbatas, penggunaan furnitur multifungsi menjadi solusi.

Contohnya, pada area kerja di lantai dua. Railing yang berfungsi sebagai pembatas digunakan juga sebagai meja kerja.

Selain itu, hal unik lain juga ditemukan pada kamar tidur dari pemilik rumah. Berbentuk furnitur lipat, kasur sebagai area tidur bisa juga digunakan sebagai papan tulis apabila sedang tidak digunakan.

Baca Juga : Ingin Sewa Kantor Murah? Pilih Coworking Space

Untuk memecah kekakuan fungsi kantor dan rumah tinggal, arsitek mendesain ruang-ruang yang dapat digunakan secara bersamaan oleh pemilik rumah dan coworkers yang sedang menyewa kantor ini.

Di lantai dasar, terdapat pantry dan ruang keluarga yang bisa digunakan bersama-sama, dan rooftop di lantai teratas yang bisa juga dijadikan area berkumpul.

Dengan begitu, fungsi kantor sekaligus hunian juga bisa berjalan secara beriringan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.