Calon Tenant Perkantoran Juga Tanyakan Akses MRT

Ilustrasi: MRT – @ipapa.co.id

Angela Wibawa, Head of Markets Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia menilai, kehadiran MRT mulai dipertimbangkan sebagai salah satu aspek pendukung bagi calon tenant dalam memilih gedung perkantoran.

Meskipun pun belum ada riset secara pasti pengaruh kehadiran MRT terhadap peningkatan permintaan perkantoran di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta ataupun di kawasan non-CBD.

Baca Juga : MRT Dorong Tingkat Hunian Sektor Ritel Naik 88 Persen

“Jika kita lihat gedung-gedung yang ada akses MRT-nya, itu permintaan nya tinggi. Jadi, kebanyakan penyewa sekarang karena sudah ada MRT, akan bertanya, gedung ini untuk akses MRT-nya berapa jauh? Basically itu seperti tick in the box,” kata Angela kepada Kompas.com, Rabu (17/7).

Begitu juga halnya dengan riset terkait permintaan perkantoran yang berada di dekat stasiun MRT. Tetapi, menurut Angela, dari sejumlah permintaan yang diajukan calon penyewa ke JLL, banyak yangmempertanyakan keberadaan lokasi stasiun MRT.

“Jadi kalau komparasinya adalah easy access, jika ada MRT pasti nilainya lebih tinggi dibandingkan yang tidak ada akses MRT,” katanya.

Angela mengatakan, sedikit banyak adanya MRT mulai mengubah gaya hidup pekerja kantoran yang berada di sekitar koridor yang dilaluinya mulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

Jika sebelumnya, mereka yang bekerja di SCBD hanya pergi makan di sekitar kawasan tempat kerjanya, sekarang mereka memiliki pilihan untuk makan di tempat lain yang lokasinya lebih jauh. Hal itu dikarenakan kemudahan akses ini memungkinkan terpangkasnya waktu tempuh.

“Sekarang mereka bisa makan di Plaza Indonesia atau Grand Indonesia, karena kalau dulu waktu tempuh bisa 30-40 menit, sekarang cuma 10-15 menit. Itu bisa meningkatkan mindset trend fasilitas yang dimana orang bisa menghemat waktu,” tutup Angela.

Baca Juga : Tiga Gedung di Jakarta Akan Terkoneksi Dengan Stasiun MRT

Secara umum, jumlah pasokan perkantoran baru di kawasan CBD Jakarta per Semester Pertama 2019 bertambah 23.500 meter persegi, sehingga total pasokan saat ini mencapai 6,4 juta meter persegi.

Dilihat dari permintaan, 43% di antaranya berasal dari perusahaan berbasis teknologi seperti online marketplaces, fintech, travel booking, dan online gaming.

Adapun tingkat okupansi gedung perkantoran cukup baik yakni mencapai 76% untuk seluruh grade.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.